cyapila’s posterous

Cinta-cintaan

Cinta adalah bahaya yang lekas jadi pudar, kata Chairil Anwar. Mungkin
karena percintaan dibangun berdasarkan khayalan dan ilusi yang positif
tentang pasangan.

Ini lagi-lagi bukan kata saya, melainkan buku psikologi yang saya baca
waktu kuliah dulu. Pasangan alih-alih dilihat sebagai kenyataan,
justru digambarkan sesuai standar ideal yang diinginkan.

Ilusi dan khayalan, sifatnya sementara. Tentu saja. Capek sekali kalau
saya misalnya, terus menerus berkhayal. Cepat atau lambat, kenyataan
akan menampakkan diri. Persepsi bias tentang pasangan yang sempurna
itu berganti dengan realita.

Dia yang kamu pikir tidak suka sinetron, ternyata menunggu-nunggu
Cinta Fitri season 3. Dia yang nampak rapi, ternyata menyimpan gelas
berjamur di kamarnya. Kamu yang dia pikir sabar ternyata mudah kalap
saat cuaca panas. Kamu yang dia pikir rajin sholat ternyata agnostik.
Misalnya. Tidak ada manusia yang sempurna.

Jadi diri sendiri saja dan beri ruang padanya untuk menjadi dirinya.
Menurut pak psikolog yang saya lupa namanya (haha sumber yang
meragukan), pasangan yang paling disukai adalah pasangan yang
memberikan umpan balik tepat dan relevan dengan konsep diri. Agar tak
lekas pudar.

*menjawab sebuah surel dari kawan lama yang gelisah*

Comments [0]

Icelandic

you stir up
emotion
in a blender
everything in dissaray
but it was you who was always
there for me
it was you who never judged
my true friend

i parted, you parted

Translation of Sigur Ros song, Ara Batur. A great song dat bring
back the memory of you. My true friends.

Comments [0]

Kenapa Padahal Mungkin

Kawan saya yang bekerja di sebuah pabrik kata-kata bertanya-tanya. Kenapa
menulis blog lebih sulit dari menulis berita?

Sepertinya hal itu juga yang saya rasakan akhir-akhir ini. Menulis blog
terasa lebih sulit daripada menulis berita.

Padahal tulisan saya di blog hanyalah omong-omong ringan, kata-kata kosong
semacam jurnal pribadi. Tidak ada bedanya dengan menulis catatan harian pada
sebuah buku wangi bersampul merah jambu seperti saat kecil dulu.

Padahal saya bisa menulis beberapa tulisan untuk produksi pabrik setiap
harinya. Tapi untuk memaksa diri duduk didepan komputer atau menyiapkan
tangan di ponsel untuk mulai mengetik blog, rasanya sulit sekali.

Padahal setiap harinya ada saja hal-hal yang ingin saya tuliskan di blog.
Setiap hari selalu ada hal yang menarik, tentu saja.

Padahal saya kadang-kadang termenung-menung di rumah, tidak mengerjakan
apa-apa.

Padahal tulisannya ringan, padahal ada ide, padahal ada waktu, padahal ada
alat. Tapi kenapa?

Mungkinkah tidak ada kemauan? Dalam hati saya menjawab bahwa tentu saya mau
jika blog saya terus terbaharui. Justru itu adalah impian, melihat blog saya
tumbuh dan berisi tulisan tidak bermutu itu.

Mungkin kemauan itu tidak cukup kuat untuk menggerakkan jari-jari saya
berkoordinasi dengan otak. Mungkin saja. Entahlah. Lagipula tanpa sadar ini
juga merupakan sebuah tulisan kan?

Tetaplah Posting!

Comments [1]

Mencari Kawan

Papa saya merantau dari kota pelabuhan kecil di pesisir barat Kalimantan sejak 1978. Tujuannya, kota pelajar dibawah pimpinan raja sungguhan di jawa sebelah selatan. Dengan kapal kayu, perjalanan itu memakan waktu satu sampai dua minggu. Tergantung kebaikan hati dewa laut.

Dia lalu bersekolah di sebuah sekolah menengah jurusan teknik. Pak pos yang membawakan wesel, kadang tak datang sesuai jadwal. Uang hanya cukup untuk hidup prihatin. Pulang setiap IdulFitri adalah kemewahan.

Maka setiap hari raya -dan hari lain juga- dia ditampung di rumah seorang kawannya yang tinggal di desa khas jawa dengan sawah papringan amben dan blumbang. Seisi rumah menyambutnya dengan keramahan khas Jogja yang terkenal itu.

Dari desa itu papa saya banyak belajar mengenai falsafah hidup jawa yang dia tularkan pada anak-anaknya selain cerita-cerita melayu yang selalu berakhir dengan si tokoh utama jadi batu. "Bapakmu iku jadi luwih jowo dari wong jowo asli," ucap kawannya itu.

Lulus kuliah, papa saya merantau ke Jakarta. Kawannya dan dua adiknya merantau ke Tangerang dan menetap disana. Nah, saat kesepian di Jakarta waktu lebaran kemarin, saya berkunjung ke kediaman kawan papa saya ini.

Alasannya praktis saja, saya hanya libur satu hari dan tidak ingin melewatkan hari raya sendirian. Kalau itu terjadi, <i>wadoh</i>, pasti bakalan nangis. "Setidaknya saya bisa makan ketupat dan opor," begitu pikir saya, si oportunis.

Ternyata waktu saya tiba di rumah om Surip, rasanya seperti sampai di rumah. Mereka menyambut saya seperti menyambut si anak hilang yang pulang. Padahal kami bahkan bukan saudara.

Lebaran pertama saya jauh dari keluarga jadi tidak berat lagi. Idul Fitri bagiku memang tak lepas dari ritual. Ritual yang mendamaikan hati untuk bekal bagi jiwa, termasuk lebaran saya kali ini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri!
Kita saling memaafkan ya kawan?

Comments [0]

Mudik Kepagian

Berita terakhir telah kulempar menuju keranjang dan hupp, saya
langsung mencegat ojek. Dari depkominfo ke stasiun senen Rp 10 ribu
dan tukang ojeknya koboi sekali. Aduh pak, hati-hati. Saya baru 23
tahun!

Senja utama telah menanti. im going home!
Stasiun Tugu, Jalan Mangkubumi, Nol Kilometer, Jalan Kaliurang,
Sleman, boulevard UII, alun-alun Magelang, gunung tidar, mbayeman,
langit biru, udara sejuk, jalan bebas hambatan. Im home! Setidaknya
selama 36 jam saya akan bersama kalian, tempat yang kusebut rumah.
Meski perjalanan memakan 20 jam terlipat di kereta tapi saya akan
suka, terutama separo bagian pertama.

mungkin perjalanan pulang -sebentar- itu akan memberikan jawaban bagi
keresahanku selama ini. Semoga aku bisa melihat jernih setelah keluar
dari kabut asap. Tak lupa aku akan mengambil persediaan rasa nyaman
sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup di ibukota.

aku akan melaju bersama angin. dan berharap yang bukan diriku tersapu
dan jatuh. Hingga akhirnya hanya ada aku yang benar-benar aku.

Entahlah, yang pasti ini adalah mudik yang kepagian dua minggu. Dua
minggu lagi, aku akan menikmati lebaran pertama jauh dari
kampunghalaman. First experience is always special.

*ditulis selepas jatinegara. Jakarta belum sepenuhnya muspra.

-- Famega Syavira Putri,


http://www.cyapila.com

-=Nothing is impossible but miracles take time [Fatih Terim]=-

Comments [0]

Lewat Tengah Malam

Jakarta-Urip Tri Gunawan divonis dengan hukuman 20 tahun penjara dan
denda Rp 500 juta. Jaksa itu terbukti bersalah menerima suap dan
memeras. "Urip terbukti korupsi dan melanggar pasal 12 b dan 12 e
Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," kata ketua Majelis
Hakim Teguh Hariyanto saat menjatuhkan putusan di Pengadilan Tindak
Pidana Korupsi Jakarta (4/9).

Syukurlah, Jaksa korup itu mendapat hukuman maksimal. Vonis itu lebih
besar 5 tahun dari tuntutan jaksa yang hanya minta Urip dihukum 15
tahun. Sebagai rakyat yang dirugikan oleh ulah para benalu yang
menghisap kemakmuran negeri, tentu saja saya senang Urip dihukum
berat.

Diam-diam saya bersyukur bahwa saya bukan hakim. Saya bukan si
pengetok palu yang menentukan nasib orang lain itu.

Koruptor memang pantas dihukum. Tapi saat melihat si koruptor dari
dekat berupa manusia yang berwujud dan berdaging, saya kok jatuh iba.

20 tahun adalah waktu yang lama. Istri Urip sekarang sedang hamil
besar. Waktu Urip bebas nanti -katakan dia menjalani hukuman 15 tahun
karena dipotong remisi- anaknya sudah masuk SMA. Lalu pak tua lombok
barat yang sudah sangat tua, bahkan harus dipapah dua petugas.

Tapi itulah harga yang harus dibayar. Karena manusia harus
bertanggungjawab atas dirinya. Saya bahkan tidak keberatan jika
mereka dihukum mati. Tapi saya pasti menangis kalau diizinkan melihat
eksekusinya.


-- Famega Syavira Putri,


http://www.cyapila.com

-=Nothing is impossible but miracles take time [Fatih Terim]=-

Comments [0]

Bulan yang Berbeda

gubraaaaak dhueer gombreng krommmpyang duer gyooong prakkkk...

Asataga, apa itu? Seperti suara sekumpulan orang marah yang
membanting-banting kaleng di jalanan. Suara itu mengagetkanku yang
langsung terbangun dengan kepala pening.

"Sahur.. Sahur.." terdengar suara manusia dari keributan itu. Sambil
mereka -menurut pendengaranku- terus membanting berbagai macam benda
yang mereka bawa itu. Owalah, ternyata itu suara para pembangun sahur
keliling yang lewat di depan tempat tinggalku.

Setahuku selama ini, orang-orang yang berpawai keliling macam itu
melakukannya dengan agak -bisa dikatakan- nyeni. Pukulan kentongan dan
kaleng berirama sehingga cukup bisa dinikmati dan malah menimbulkan
suasana khusus bulan Ramadhan. Tapi yang ini sungguh tak punya
citarasa.

Lagipula ini baru jam dua pagi! Imsak masih lama, dua setengah jam
lagi. Oh baiklah, aku berusaha maklum saja. Lagipula ini bulan
ramadhan, dan mereka berniat baik membangunkan orang untuk sahur.

Tapi bagaimana dengan orang yang tidak menjalankan ibadah puasa? Pasti
mereka sangat terganggu, apalagi setalah itu setiap masjid mulai
mengaktifkan pengeras suara dan membangunkan umat untuk sahur.

Untukku, suara-suara itu justru menyenangkan. Memberi warna khusus
pada bulan istimewa ini. Tapi bagi umat agama lain mungkin jadi sangat
menyebalkan.

Coba -sebagai muslim- bayangkan kalau gereja di dekat rumahmu
menyiarkan lagu puji-pujian yang tak kau mengerti dengan towa pada jam
2 malam sampai pagi? Dan ada satu gereja setiap 30 meter? Fyuhh...
Ditambah lagi susah mencari makan, dan acara tv tiba-tiba menjadi
penuh acara religi.

Tapi untunglah kita sudah terbiasa hidup dengan kemajemukan. Toleransi
itu benar-benar ada, bukan hanya tertulis dalam pelajaran Pancasila
waktu sekolah dasar dulu.

Akhir kata, Marhaban yaa Ramadhan.
Famega dan cyapila.com mohon maaf atas khilaf.
Semoga kita berhasil dalam perang melawan diri sendiri ini, dan
kembali fitrah pada hari kemenangan. Selamat Berpuasa!

Untuk yang tidak merayakannya, maaf ya, biarkan kami sedikit berisik
bulan ini :p

-- Famega Syavira Putri,


http://www.cyapila.com

-=Nothing is impossible but miracles take time [Fatih Terim]=-

Comments [0]

Mari Menjadi Blogger yang Kaffah

Last post June 19?? Tiga bulan lalu??

Oh Fame, kamu sudah terlalu jauh tersesat dari jalan Blog.
Baiklah, mulai sekarang cyapila.com akan diapdet setiap hari Kamis.
Kenapa Kamis? Karena majalah Bobo terbit setiap hari Kamis.
-- -

Comments [0]

My First Blog Post



Yuk maen ke http://www.cyapila.com


Replace the subject line and body with your first blog post and hit send! Include pictures, an mp3, or anything else you want to share. It

Comments [0]