Sejatinya trotoar ini dibangun dengan menggusur jalur lambat tempat lewat becak dan sepeda. Awalnya sepeda dan becak bisa melaju tenang di jalur selebar 2 meter, dan pejalan kaki di trotoar dua meter.
Setelah seluruhnya jadi trotoar, becak tersingkir. Padahal jalan ini adalah pusat ekonomi paling ramai yang menghubungkan dua tempat terpenting kota: pasar dan alun-alun. Seharusnya becak dan pejalankaki bisa mendapat tempatnya masing-masing. Padahal kondisi itu bisa, tanpa harus saling menyingkirkan.
Entah kenapa becak selalu dibikin terlunta-lunta. Saya jadi ingat, waktu TK dulu, saya langganan becak untuk mengantar jemput ke sekolah. Tukang becaknya bernama Pak Yayir.
Waktu itu polisi gencar sekali menilang becak. Mereka hanya boleh lewat jalan tertentu yang kadang nggak masuk akal. Jalan memutar, justru cuma boleh lewat jalan mendaki.
Suatu hari, Pak Yayir muncul di depan sekolah saya dengan sebuah.. sepeda. Saya lalu didudukkan di boncengan yang keras, kaki saya menggantung di udara.
Saya masih ingat rasa takut ketika pak Yayir mulai mengayuh sepeda tuanya, sementara saya tak tahu harus berpegangan pada apa. Sampai rumah saya menangis keras-keras, marah pada pak Yayir karena tak menjemput dengan becak yang biasa.
Padahal ternyata pak Yayir baru kena razia, becaknya disita. Dia tetap muncul menjemput saya meski dengan sepeda, meski becaknya entah ditebus dengan apa.
Tahun baru demi tahun baru hingga 23 tahun kemudian, nasib becak dan pengayuhnya tak bertambah baik. Pak Yayir masih menjadi tukang becak. Bedanya, dia kini menderita rabun senja dan hanya bisa bekerja siang hari saja.
Adapun hasil yang kami dapatkan tetap berdasarkan bukti di system kami yang tertera bahwa atas nama Ibu Famega Syavira dengan kode booking C7DCQW, terdaftar sebagai penumpang yang tidak ikut dalam penerbangan QZ7344/28 Agustus 2011 sektor Jakarta - Yogyakarta, atau status No show.
Kami juga telah melakukan investigasi terhadap kru pesawat yang bertugas pada penerbangan tersebut, akan tetapi hasil laporan yang kami dapatkan juga nihil, bahwa tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa telah terjadi insiden double seatting seperti yang ibu maksudkan, maupun keterangan yang menyebutkan bahwa Boarding pass ibu telah di ambil oleh kru penerbangan Air Asia.
Sesuai dengan pembicaraan di telephone sebelumnya, kami sangat berharap agar sekiranya ibu dapat memberikan kepada kami bukti-bukti tercatat lainnya yang bisa menguatkan pernyataan perihal terjadinya insiden yang ibu alami, sehingga kami dapat melanjutkan proses investigasi kami.
"What do you discern from the sound of the rain, the steady slapping of wet bougainvillea leaves against the window pane? What do you discern from the smell of the earth, from the sound of water running through the gutter?" He imagines the mysterious bond between the earth and the rain; he imagines a secret in the steady slapping of wet leaves.
Numpang baca di Gramedia GI. Komik lama Kyoko Hikawa.